Lawu 3265 Mdpl Via Cemoro Sewu ” Langkah Kaki Menuju Sang-Pencipta “

Backpikir.com, Inilah Lawu salah satu gunung  yang masuk dalam jajaran gunung tinggi dipulau jawa, yang tingginya mencapai 3.265 Mdpl. Jika di hitung, Lawu masuk urutan No 6 setelah Gunung Raung yang  memiliki tinggi 3.332 Mpdl. Lawu sendiri mempunyai Empat jalur pendakian, Cemoro Sewu, Candi Cetho, Cemoro Kandang dan Jogorawi (Ngawi). Gunung Lawu sendiri mempunyai tiga puncak, puncak, Hargo Dalem, Hargo Dumiling dan Hargo Dumilah sedangkan Hargo Dumilah menjadi puncak yang tertinggi diantara ke-tiga puncak tersebut. Tidak hanya tingginya saja yang bisa membuat orang tertantang namun hutan serta sabana nan indah yang dapat memikat hati ketika melihatnya. Ta’ terkecuali kami rombongan yang berjumlah enam orang dari Jogja yang akan mencoba keberuntungan mendaki Gunung Lawu via Cemoro Sewu.  

kami rombongan memulai perjalanan sekitar jam 14.15 dari jogja dan sampai basecamp Cemoro Sewu pukul 20.30 malam “sempat nyasar” karna minimnya info perjalanan. Setelah sampai bascam kami istirahat sejenak dan packing untuk persiapan berjalan mendaki. Pukul sepuluh malam kurang sedikit kamipun mulai berjalan pendakian. Setelah lepas dari gerbang basecamp kami langsung di sambut dengan kesunyian malam, dingginya pegunungan dan suara-suara kayu yang bergesekan dengan lainnya bagaikan irama alam guna menemani perjalanan kami. Ta’ terasa post satu kami lewati dengan penuh semangat, lanjut ke-post dua, di sini kami mulai merasa lelah dan akhirnya kita istirahat sejenak.  Setelah istirahat sejenak kitapun melanjutkan perjalanan ke post tiga. Setelah hampir post tiga kita mulai merasakaan kaki yang mulai lelah dan dingginnya malam mulai menembus jaket kami. Setelah Post Watu Gede (post 3) inilah kita mulai sedikit-sedikit beristirahat dikarenakan fisik yang  mulai melemah dan kaki yang maunya di istirahatkan.

Dengan sisah semangat yang ada, kita tetap berjalan sedikit demi sedikit untuk untuk menuju post 4 yang mana menurut informasi terdapat  tempat camp yang agak luas dan biasa dimanfaatkan untuk mendirikan tenda. Tidak hanya faktor fisik  yang di uji, namun alam seolah-olah ingin turut menguji kita dengan datangnya tetesan air yang bergerombolan berdatangan “hujan” kami pun sempat beristirahat di bebatu yang agak menjorok kedepan sambil menunggu hujan agak reda. Setelah dirasa tidak terlalu deras kami pun memulai perjalanan kembali menuju post 4. Dengan perjalanan serta rintangan yang panjang kamipun tiba di post 4 dan istirahat sebentar lalu mendirikan tenda untuk bermalam di post 4. Di sini kami beristirahat, makan-makan dan saling bercanda satu dengan lainnya bahkan dengan sesama pendaki yang baru kita kenal.

Pagi pun tiba, kami mengisi perut dengan makan kecil dan memulai perjalanaa kembali menuju puncak Lawu. Peralatan camp kami tinggal dipos 4 dan hanya membawa bekal seperlunya saja ke-puncak. Dari sini kami mulai menikmati perjalanan, hijauan pepohonan serta suara burung yang saling bersahutan. Serta burung special penunggu Lawu, yakni si Jalak yang konon akan memberi petunjuk perjalanan bagi yang berniat baik. Setelah sampai post 5 di sini kita dimulai dimanjakan, sabana yang terbentang luas, sumber air, serta warung yang siap menjajakan dagaannya. Dan ta’ terkecuali pedagang Legend siapa lagi kalau bukan mbok YEM. Bahkan dari sumber yang  saya pernah baca, Mbok Yem adalah pedangan tertinggi di Indonesia karena letaknya di atas Gunung. Yang saya herankan berapapun jumlah pendaki yang berdatangan stok makanan yang Mbok Yem siapakan selalu cukup untuk di santap di atas ketinggian Gunung Lawu. Bahkan teman saya berkata “kalau tidak makan ke Mbok Yem berarti tidak ke-Lawu”, sangking spesialnya sosok mbok Yem dimata para pendaki.

Selesai makan kita melanjutkan kepuncak Hargo Dumilah yang jaraknya tidak terlalu  jauh dari warung Mbok Yem.  Sesampainya di puncak mata ta’ kuasa melihat ciptaan-Nya yang begitu indah. sabana yang terlihat semakin luas dari ketinggian, awan seolah-olah kita naiki,  hembusan angina plus panas matahari serta dinginnya  pengunungan bagaikan menu yang tidak ada duanya. Kelelahan, perjuangan, keringat, lelah semua terbayar dengan pemandangan yang di sajikan diatas puncak Hargo  Dumilah.

 

Inilah ceritaku bersama Gunung Lawu, bagi yang belum pernah membuat cerita bersama Lawu segeralah membuatnya, karena Lawu rindu ingin bertemu dengan-mu,  dan ingin melihatkan keindahannya kepada-mu…..! Dan yang sudah pernah membuat cerita disana bisa berbagi pengalaman di kolom komentar yang telah kami sediakan. terimakasih.

2 Replies to “Lawu 3265 Mdpl Via Cemoro Sewu ” Langkah Kaki Menuju Sang-Pencipta “”

  1. Salamat pagi welcome to word press and happy blogging, have a wonderful time sharing your pretty country, i loved reading yogyakarta articles and its a nice place i visited, mountMerapi, Borobudar and many nice places temples. Please post borobudar sensational sun rise and sun sets when you are free, please take a clear images and do not edit pictures with different tones make it natural, i love indonesia always nice people and country, trimakashi. Happy blogging. ✨

    1. Ok sir, thank for your attention. I hope you to publish my artikel in my blog to your friend or your country. And I can comply with your demand immediately, my critics and suggestions I expect. Thank you verry much sir.

      My Indonesian

Leave a Reply