Gunung Kembang 2320 Mdpl Via Blembem Wonosobo Jawa Tengah ” Kisah Pembeda Bersama Anak Gunung Sindoro “

Gunung Kembang

Backpikir.com, Hati-hati bagi para calon pendaki yang hendak mencoba gunung Kembang dan tidak terlalu paham dengan rute perjalanan menuju gunung Kembang. Pasalnya, rute perjalan ke gunung Kembang agak membingungkan alias tidak terlalu tepat lokasi. Jika kita hanya mengandalkan Google map di handphone kita, dapat dipastikan akan mengarah lokasi lain alias nyasar. Lalu bagaimana mencari lokasi yang tepat menuju gunung Kembang…?  Ada harus mengetik pada map basecamp Blembem bukan gunung Kembang, kalau hanya menuliskan gunung Kembang dapat dipastikan akan diarahkan bukit Kembang “walau fotonya sama” yang berlokasi di Kauman, Kaliwiro wonosobo bukan gunung Kembang yang kita maksud.

Jangan lupa lho lur info di atas bagi para calon pendaki selanjutkan agar tidak nyasar, hehehee… nah sekarang kita jelaskaan tentang gunung Kembang sendiri, gunung Kembang adalah gunung yang baru saja dibuka pada bulan April 2018. Gunung kembang berlokasi di antara dua kabupaten,  Kab Temanggung dan Kab Wonosobo, Desa Blembem, Kaliurip, Kertek, Wonosobo Jawa Tengah dan hanya baru memiliki satu jalur pendakian. Gunung dengan ketinggian 2320 Mdpl ini bisa dikataakan anak dari gunung Sindoro yang mana memang letak gunung Kembang  dan gunung Sindoro saling berdekatan. Namun anak gunung Sindoro ini menyimpan keindahan yang luar biasa, hamparan kebun teh, hutan yang masih alami, serta Sabana yang indah menjadi daya tarik sendiri bagi para pendaki yang ingin mengunjunginnya. 

Pengalaman yang pernah kita alami,  kami menjadi salah satu korban dari tidak tepatnya lokasi alias nyasar. Di sebabkan karena minimnya info perjalanan serta hanya  mengandalkan map yang kami tuliskan gunung Kembang bukan basecamp Blembem. Alhasil kami nyasar dengan jarak sebenarnya sampai 30 km lebih. Maka dari itu, bagi para pendaki selanjutnya hendaknya benar –benar memperhatikan rute perjalan ataupun membawa teman yang sudah pernah kesana. Tidak sampai di sini, kamipun sempat nyasar kedua kalinya, dengan melewati jalur pendakian dengan kendaraan yang kita bawa, “sungguh pengalama gokil, mendaki dengan kendaraan hahaaaa…” sampai-sampai salah satu kendaraan yang kita bawa terpaksa mati di jalan akibat tiak kuat dengan medan yang berbatuan dan mau tidak mau kami harus berhenti dan mendirikan tenda di sekitar tempat dimana kendaraan kita berhenti atau yang sering disebuat Istana Katak.

Kami baru menyadari  kalau sudah dijalur pendakian dan masuk tanpa melewati basecamp setelah salah satu rekan kami  melihat ada cahanya senter yang mendekat. awalnya disangka petani, namun kok membawa tas besar (Carrier). Sontak, kita  langsung masuk tenda dikarenakan malu masuk  tanpa izin dengan tanda kendaraan ada di samping tenda. Lelahnya perjalanan, mulai terbanyar di pagi harinya, ketika kami baru membuka tenda, kami di sambut dengan hamparan perkebunan teh dan dingginya pegunungan.

Kami lebih di kagumkan lagi setelah kaki mulai meranjak mendaki. suasanya yang masih asri, hutan yang benar alami, serta burung yang seolah-menyambut kedatangan kami, Sangking alaminya, pohon yang kami jumpai sampai berlumutan layaknya di hutan yang belum terjamah.  Jalur menuju puncak memiliki 4 pos yang memiliki nama unik di setiap posnya. Sebelum pos satu kita akan menemui area yang dinamakan Kandang Celeng “yang menurut warga memang banyak celeng/babi bahkan masih ada beberapa  macan yang menghuninya” setelah itu baru memasuki pos 1 yang bernama Liliput “seperti nama manusia kecil, kurcaci”, pos 2 bernama Simpang Tiga “memang di sini ada tiga pertemuan jalan”, pos 3 dijuluki Akar “sebab memang banyak akar di sepanjang pos ini” dan pos terakhir ini yang paling membuat kami tersindir adalah pos 4 bernama Tanjakan Mesra, “hih secara kami berempat cowok semua tidak ada perempuannya, trus bermesraan dengan siapa, mereka…? Geli  rasanya memikirka  hal ini”,dalam  benak saya. Setelah pos ini, kita akan sampai kepuncak dengan dataran puncak yang luas dan backroun belakang ibu gunung Kembang yang menjulang tingginan indah, seakan-akan memanggil untuk di kunjungi setalah anaknya.

Baru pertama kalinya kami bisa merasakan Hutan yang benar-benar Hutan, suasana yang membuat hati tenang serta alamnya masih terjaga kebersihannya. Yang semua ini menjadi  pembeda dari gunung-gunung yang sebelumnya pernah kami ndaki. Namun hal tersebut tidak  mengurangi keindahan gunung lainnya.  Sebab, setiap gunung memiliki khas masing-masing serta memiliki keindahan tersendiri sebagai daya tarik bagi yang hendak mengunjunginnya. Inilah kisah kami dengan gunung Kembang yang memiliki ketinggian 2320 Mpdl. Jika memang ada masukan,saran serta komentar bahkan pengalaman yang pernah dialami silakan menuangkan di kolom yang sudah kami sediakan,  agar dapat bermanfaat bagi banyak kalangan terkhusus bagi yang suka menjelajahi serta menikmati sedikit ciptaan-Nya.

1 Reply to “Gunung Kembang 2320 Mdpl Via Blembem Wonosobo Jawa Tengah ” Kisah Pembeda Bersama Anak Gunung Sindoro “”

Leave a Reply